Rabu, 09 April 2014


Buku itu jendela dunia.
Tapi untuk melihat dunia, kamu harus keluar dari jendela itu.
Keluarlah, selagi kamu punya kesempatan.
Untuk membandingkan tentang apa yang telah kamu lihat dari jendela, dengan dunia nyata diluar jendela.
Jika ada jendela terbuka lebar di hadapanmu, keluarlah.
Karna kesempatan belum tentu akan datang untuk kedua kalinya.
-- wny

Lagi-lagi disela sela lagi sibuk-sibuknya ngurusin Magang, Tugas Akhir dan proker organisasi. Saya melarikan diri (lagi). And well, the next destination is Lombok Island !
Mungkin bukanlah sebuah hal besar bagi orang-orang yang seringkali jalan-jalan kemana-mana, tapi bagi saya bepergian kali ini merupakan hal besar, tanpa pernah saya tahu Lombok itu seperti apa, bagaimana keadaannya. Modalnya cuma niat, nekat dan bekal seadanya.
Entah kenapa tiba-tiba punya keinginan buat kesana, sebenernya sih mumpung ada waktu, teman jalan, dan kesempatan. Why not? Hehe
Perkenalkan partner jalan-jalan saya kali ini, Mas Edvan Zakaria hahahah. Sudah berkali-kali menemani saya jalan-jalan yang entah tujuannya udah kemana aja. Minggu lalu sebelum saya dan partner ke Lombok, sempat mengunjungi Dieng Plateau terlebih dulu.
Saya dan partner adalah orang yang serba dadakan, destinasi ke Lombok ini juga tidak direncanakan jauh jauh hari, H-3 sebelum keberangkatan baru direncanakan, segala itinerary dan lain halnya juga dadakan. Dan lagi saya berangkat dari Jogja sedangkan partner berangkat dari Kediri, janjian ketemu di stasiun Surabaya baru melanjutkan perjalanan bersama-sama.
Hari H pun tiba.
Saya ketinggalan kereta, awal yang udah gak enak banget. Kereta berangkat pukul 07.45 sedangkan saya tiba di stasiun 07.46 cuma beda satu menit tapi merubah seluruh rencana -_______-
Sempat panik, kereta tujuan surabaya yang lain harganya mahal dan lama. Dapet nasehat dari ibu-ibu yang asalnya dari Banyuwangi, akhirnya saya memutuskan untuk naik bis yang itu berarti pengeluaran untuk transportasi akan lebih besar dari rencana sebelumnya. Sempat ingin menunda keberangkatan untuk esok hari, tapi sayang waktunya. Lebih cepat lebih baik.
Sampai di Terminal Giwangan Jogja, saya langsung memutuskan untuk naik bis Patas menuju Surabaya. Bukan tidak mau menaiki bis ekonomi, lagi-lagi masalah waktu dan kenyamanan. Minggu sebelumnya saya mendapatkan kejadian tidak enak ketika menaiki Bus Eko AC arah Surabaya ketika mengunjungi nenek di daerah Ngawi, Jawa Timur. Berangkat dari Jogja menuju Surabaya pukul 09.00. Kemudian rencananya akan melanjutkan perjalanan Surabaya - Ketapang dengan berganti bus di terminal Surabaya.
Karna saya ketinggalan kereta, saya mengusulkan kepada partner bahwa meeting point diubah jadi di stasiun Banyuwangi Baru saja, kemudian baru nyebrang ke Pelabuhan Ketapang sama-sama. Saya yang sok tegar berkata seperti itu, padahal saya tau kondisi terminal Surabaya itu keras dan penuh dengan calo-calo tak bertanggungjawab. Tapi ternyata partner nyusul ke terminal Surabaya hehehehe *blush*

Jam 18.00 saya tiba di terminal Surabaya, BungurAsih namanya. Jam 19.00 kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Waktu tempuh dari Surabaya-Ketapang adalah 8 jam dengan bis yang oper operan sana sini.. Akhirnya pukul 03.00 pagi sampailah kami di tempat pemberhentian terakhir bis. Jarak pos pemberhentian terakhir dengan pelabuhan Ketapang kurang lebih 3km, ditempuh dengan berjalan kaki, lumayan olahraga pagi hahahahah -________-
Sampai di pelabuhan Ketapang, berdua kemudian istirahat, mandi dan sholat. Setelah itu langsung melanjutkan perjalanan mengingat waktu juga terus berjalan. Pukul 06.00 kami melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Gilimanuk sambil berharap harap bisa dapet sunrise di atas ferry, tapi ternyata (selalu) gak dapet, hahahahah
Pukul 06.45 WIB atau 07.45 WITA kami tiba di pelabuhan Gilimanuk. Sesampainya  kemudian bertanya-tanya kepada petugas dinhub dan warga akses menuju pelabuhan Padang Bai. Ternyata bis Gilimanuk-Padang Bai hanya beroperasi pada jam 1-3 pagi WITA. Akhirnya rute perjalanan beralih menjadi Gilimanuk - Denpasar - Padang Bai.
Harga bis Gilimanuk - Denpasar (terminal Ubung) adalah 30ribu dengan fasilitas nature air conditioner dan waktu tempuh kurang lebih 5 jam. Well it's so long. tapi gak begitu kerasa karna capek banget, akhirnya tidur di bis. Setelah sampai di terminal Ubung, Denpasar kira2 pukul 12.30 WITA istirahat sebentar, makan sambil cari cari info bis ke Padang bai. Dapet nasehat dari ibu-ibu yang punya warung makan, kalo mau nanya-nanya bis mending tas dan segala perlengkapannya disimpen atau ditaroh dulu aja. Karna kalo udah sambil bawa barang, bisa jadi sasaran para calo-calo tak bertanggungjawab. Akhirnya setelah 30 menit mencari, dapetlah tebengan jurusan Jakarta - Bima, bis ke dari Terminal Ubung - Mataram seharga 100rb/org. Lumayan bisnya enak, AC, tetapi agak awkaward moment, karna kami berdua serasa orang asing di dalam bis tersebut -,-
Jika dikalkulasikan sepertinya kami cukup beruntung mendapatkan tumpangan dengan harga segitu hingga kota Mataram.
Start perjalanan dari Terminal Ubung - Mataram pukul 13.29 WITA ditambah kurang lebih 4,5 jam penyebrangan dengan ferry ke Pelabuhan Lembar Lombok. Akhirnya sampai pelabuhan Lembar Lombok pukul 20.00 WITA. Kemudian dari Pelabuhan Lembar Lombok kembali melanjutkan perjalanan dengan bis menuju terminal Bertais kurang lebih 1 jam. Di Terminal Bertais, kami dijemput oleh salah seorang anggota UKESMA, Mas Adi *hulahop* setelah itu kami dijamu, menentukan tujuan untuk beberapa hari ke depan, lalu istirahat. Perjalanan dari Jogja-Mataram ditempuh kurang lebih 35 jam perjalanan -______________________-

Day 1 : Snorkling di Pantai Pink, Pulau Semangkuk, Gili Indah, Pantai Pink 2, Tanjung Ringgit.
Day 2 : Pantai Kuta - Tanjung Aan - Pantai Batu Payung - Pantai Novotel - Kuliner Ayam Taliwang - cari penginapan
Day 3 : Cari oleh-oleh ; Sengigi ; Gili Trawangan.
Day 4 : Pulang

Day 1 : Hari pertama langung menuju Pantai Pink, dapet saran dari Komunitas Lombok Backpacker karna Pantai Pink masih jarang terjamah oleh para wisatawan, masih murni dan asri. Waktu tempuh dari Mataram ke Pantai Pink kurang lebih 3 jam perjalanan menggunakan motor. Jalanan di Kota Mataram begitu lengang dan sama sekali tidak ada macet-macetnya. Tidak begitu terlalu banyak traffic light. Pantai Pink Terletak di Tenggara Pulau Lombok, Sekitar 2km sebelum menuju pantai Pink akses jalannya tidak begitu bagus, jalanan belum beraspal dan masih asli dari tanah. Lebih baik menggunakan motor apabilam berkunjung ke tempat ini, daripada memakai mobil dan harus mendorong mobil karena resiko ban selip sangat besar, hehe
Pukul 07.00 WITA berangkat dari rumah , jam 10.00 WITA kita sampai di Pantai Pink. Absolutely beautiful beach. Pasirnya bener-bener pink. Hanya ada satu grup wisatawan dari Jepang yang sedang berkunjung waktu itu selain kami. Setelah sampai disana, beberapa menit kemudian dihampiri oleh penduduk setempat dan menawari snorkling keliling 3 tempat yaitu Pantai Pink 1, Pulau semangkuk, Gili Indah dan Pantai Pink 2. Setelah tawar menawar harga, akhirnya deal 250k seharian udah sama boat dan 3 alat snorkle. Keindahan bawah laut di 3 perairan itu. I cant describe it. Keren banget, keren ! Dari permukaan air, terumbu-terumbu karangnya udah keliatan banget. Terumbu karang udah berkumpul semacam hutan dalam bawah air, dan hanya berjarak 2 meter dari permukaan air sudah dapat melihat koloni rumah ikan nemo. Diajak keliling 3 tempat sama bapaknya yang punya boat, bapaknya baik sayangnya saya lupa namanya :|
pas di tempat ketiga yaitu Gili Indah, cincinnya Mas EZ jatuh tenggelam dan tak ditemukan udah dibantu bapaknya nyari tapi tetep gak ketemu, mungkin pertanda siapa tau bakal kesana lagi :D
Selain cincin yang tenggelam, tangan kanan saya juga ketumpahan air mendidih pas bikin kopi di atas boat :|

But, well semuanya terbayar sama pemandangan di Pantai Pink 2. Awesome.
Pukul 16.00 kami memutuskan untuk menyudahi jalan-jalan, kemudian mandi dan sholat. Karena merupakan kawasan wisata yang baru dibuka dan belum terlalu terkenal. Fasilitas disana pun sangat minim. Jangan kaget jika kesana, tempat ganti bajunya hanya berupa bilik dari kayu seadanya yang hanya ditutupi gorden. Begitu pula dengan toiletnya, dibangun dari bilik bambu, beratapkan langit, airnya pun harus ditimba terlebih dahulu, saluran air seadanya dan kadang tergenang disekitar bilik. Semoga pemerintah daerah bisa cepat peka akan adanya potensi alam yang besar di daerah tersebut dengan membangun fasilitas dan menjadikan sebagai tempat pariwisata yang layak.
Pukul 17.00 kami berpamitan dengan penduduk sekitar, mengunjungi Tanjung Ringgit untuk hunting sunset. Tanjung Ringgit merupakan ujung pulau Lombok. Dari sana kita bisa melihat luasnya samudra dan jejak jejak sejarah bekas perjuangan pejuang kemerdekaan dahulu kala. 
Tanjung Ringgit is the most romantic place ever ever <3

Day 2 : Hari kedua, dikejutkan dengan berita meletusnya Gunung Kelud. Semangat jalan-jalan jadi hampir hilang. Handphone berdering terus menerus. Masing-masing sibuk dengan urusannya. Yang satu koordinasi pembentukan posko bantuan di Jogja, yang satu sibuk koordinasi dengan daerah meletusnya Gunung Kelud. Rencana jalan-jalan jam 08.00 pun jadi tertunda hingga pukul 10.00. Dengan pikiran yang masih kemana-mana akhirnya tetap memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke pantai Kuta, Tanjung Aan, Batu payung dan sekitarnya. Di tengah perjalanan, hujan melanda, rantai motor lepas seperti senasib dengan perasaan dan pemikiran. Sesampainya di tempat tujuan Pantai Kute, Tanjung Aan, Batu Payung, Pantai Novotel dll masih juga disambut dengan hujan yang cukup deras. Pantai pantai ini terletak berjajar dan masih berada di satu kawasan. Pantai Kute merupakan pantai yang paling ramai dan dipenuhi dengan wisatawan asing, tapi tidak seramai jika dibandingkan dengan pantai Kuta, Bali.
Setelah mengunjungi pantai-pantai tersebut menjelang maghrib memutuskan untuk kembali ke Mataram, singgah di monumen Masjid sekedar untuk berfoto, singgah lagi untuk menyantap kuliner Ayam Bakar Taliwang yang ternyata harganya lumayan merogoh kocek, walaupun hanya makan di pinggiran jalan. Ayam Bakar Taliwang merupakan kuliner khas lombok, ayam kampung berukuran sedang dengan bumbu kacang khas lombok. Satu porsi ayam bakar taliwang + nasi yang waktu itu saya coba adalah 34ribu/porsi. Harga yang lumayan bikin dompet langsung masuk angin.
Setelah mencicipi kuliner ayam taliwang, kami memutuskan untuk mencari penginapan di Mataram karna Mas Adi akan lebih dulu pulang ke Jogja. Harga penginapan di Mataram cukup murah. Mulai dari 30rb/malam hingga 200rb/malam. dan itu terletak di pusat kota Mataram. Adalah Hotel Internasional yang memiliki harga kamar 30rb/malam dengan fasilitas kamar mandi luar. Tapi saya tidak menyarankan disini karna kebersihan dan fasilitasnya kurang terawat. Di hotel Internasional juga manyediakan rental motor dengan harga 50rb/hari.
setelah mencari beberapa lama akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di Hotel Merpati, dengan fasilitas 2 single bed, kipas angin, air minum gratis dan kamar mandi luar. Kebersihan dan fasilitas terawat. Harga 50rb/malam. Terletak di Jalan Sultan Hasanuddin(agak lupa nama jalannya) tidak terlalu jauh dari Gramedia.

Day 3 : Gili Trawangan. Kata orang belum ke Lombok kalo belum mengunjungi Gili Trawangan. Tapi setelah mengunjungi Gili Trawangan, agaknya persepsi orang salah. Gili Trawangan seperti luar negeri bagi saya. Telalu banyak atau malah isinya hanya wisatawan asing. Harga barang dan makanan juga tidak terjangkau bagi saya yang seorang backpacker pas-pasan hahahah. Tetapi, penginapan di Gili Trawangan ternyata tidak sesuai ekpektasi saya. Penginapan disana cukup murah, bahkan warga tidak membedakan harga penginapan antara wisatawan domestik dan luar negeri. Saya mendapatkan harga penginapan 80rb/malam dengan fasilitas yang memadai. Kamar luas, kasur springbed, ada wastafel, lemari, kamar mandi dalam, shower, kipas angin. Penginapan bersih, dekat dengan penginapan La Nina Backpacker (karena lagi-lagi saya lupa nama penginapannya)
Gili trawangan memiliki view yang bagus, sangat bagus. Tapi saya lebih senang dengan pemandangan di pantai Pink yang entah kenapa seperti membawa ketenangan dan keindahan tersendiri. Gili Trawangan terlalu ramai menurut saya. Disana kami tidak mendapat sunset maupun sunrise karena cuaca tidak mendukung.
Gili trawangan merupakan pulau kecil, kendaraan bermotor tidak diperkenankan berkeliaran disana. Transportasi utama di Gili Trawangan adalah sepeda ontel. Udaranya sangat segar dan bersih. It's nice to know you, Gili Trawangan.
Penyebrangan ke Gili Trawangan mulai pukul 08.00 - 17.00 WITA jadi penyebrangan terakhir adalah pukul 17.00 setelah harus menunggu esok harinya.

Day 4 : Karna waktu terbatas, esok harinya kami memutuskan untuk pulang ke Mataram. Pukul 10.00 menyebrang dari Gili menuju pelabuhan. Pulang dengan jalur berbeda, melewati hutan yang isinya banyak banget monyet-monyet disepanjang jalan. Entah apa nama hutannya. Pukul 13.00 mulai perjalanan pulang dari mataram, setelah berjalan sekian jauh dan sekian lama, akhirnya menemukan angkot menuju pelabuhan Lembar Lombok dengan tarif 10rb/org. Sesampainya di Pelabuhan Lembar Lombok, kami langsung dihampiri calo. Langsung ditodong dengan penawaran transportasi ke Pelabuhan Ketapang dengan tarif 200ribu. Setelah tawar-menawar akhirnya tarif turun menjadi 150 untuk 2 orang. Tranportasi yang kami tumpangi adalah truk Poso. Lumayan bisa jadi pengalaman, tapi truk Poso bukan transportasi yang saya sarankan untuk penumpang yang extra capek pake banget -__-
karena entah kenapa truk ini sperti gak punya shock breaker atau apapun itulah namanya, jadinya ya gitu -___- serasa mentok mentok gak jelas. Bermaksud menemani masnya yang nyetir truk dengan membuat obrolan ringan, tapi mata dan kesadaran saya gak kuat untuk tetap terjaga, akhirnya tertidur disaat masnya bercerita tentang kehidupannya. Sungguh, penumpang tak tahu diri --a
Tiba di Pelabuhan Ketapang pukul 24.00 WIB, langsung menuju stasiun Banyuwangi Baru dan memutuskan untuk tidur di emperan stasiun. Banyak juga calon penumpang yang juga beramalam di emperan stasiun. Dan tak diduga, ketemu sama anak UGM yang juga akan pulang ke Jogja setelah sebulan kuliah lapangan di Bali. 
Setelah bermalam di emperan stasiun, kereta tiba pukul 06.30 WIB esok harinya
13 jam perjalanan dari Banyuwangi menuju Yogyakarta, partner yang semula tujuannya juga ke Yogyakarta beralih menuju ke Kediri demi misi kemanusiaan. Di tengah perjalanan, daripada bengong gak ada kerjaan, kami manfaatkan untuk menggalang dana bagi korban Letusan Gunung Kelud dari gerbong 1-6 dan alhamdulillah terkumpul lumayan banyak dan langsung disalurkan di posko bantuan di Kediri.
pukul 16.00 partner turun di stasiun Jombang dan saya ditinggalkan sendiri (lagi) hiks :(
pukul 20.30 WIB saya tiba di Jogja dijemput teman dan disambut oleh debu letusan Gunung Kelud yang ternyata tebalnya diluar dugaan, lebih tebal dari abu letusan Merapi 2010.

The holiday was over. 11 - 17 februari 2014.
Terimakasih jalan-jalannya :)
besok besok saya ditemani lagi, ya. Diajak kalo mau kemana-mana juga.


Here we go, pictures.


Pantai Pink 2

dari foto aja bisa keliatan kan, terumbu karangnya? :3

Pantai Pink 2



Mas Adi dan kegalauan

Ini dia Boat bapaknya :D

Tanjung Ringgit.
well, that tree is the most romantic place  that i ever seen.


Tanjung Aan, Batu Payung. Cuaca lagi gak bagus waktu itu.


Pantai Novotel

Gak tau nama pantainya apa

Gak tau nama pantainya apa --a

Pantai Kute, Lombok

Sengigi, Lombok

Gili Trawangan

Gili Trawangan



Bye Lombok, Bye

Sunset di atas Kapal
Bunch of thankyou, bos.
Kapan kita kemana lagi? :D



Jumat, 28 Februari 2014

A MAN SHOULD BE LIKE A CHILD WITH HIS WIFE, BUT IF SHE NEEDS HIM, HE SHOULD ACT LIKE A MAN.
Umar Bin Khatab. 
and i'll be dreaming and should be the happiest girl in this world.

Kamis, 27 Februari 2014

"... Mencintai itu, kadang mengumpulkan segala tabiat menyebalkan dari seseorang yang engkau cintai, memakinya, merasa tak sanggup lagi menjadi yang terbaik untuk dirinya, dan berfikir tak ada lagi jalan kembali, tapi tetap saja eangkau tak sanggup benar-benar meninggalkannya."         

Tasaro Gk, Muhammad - Lelaki Penggengam Hujan


Apa yang ada di dalam benakmu ketika aku menyebutkan kata "Rekam Medis". Hal-hal yang berkaitan dengan sinar- X? atau Rontgen untuk melihat keadaan di dalam tubuh? atau hal lain yang berhubungan dengan itu?
Tidak, sama sekali tidak. Rekam medis bukanlah hal yang menyangkut seperti itu, sayang. 

Aku seorang perekam medis. Pekerjaanku berhubungan dengan berkas-berkas riwayat pasien yang penuh debu dan mungkin dipandang sebelah mata jika dibandingkan dengan profesi lainnya yang bekerja di rumah sakit. Setiap hari aku akan bergelut dengan berkas-berkas pasien, mengecek kebenarannya, mengkode diagnosa yang telah ditegakkan oleh dokter sebelumnya. Aku juga lah yang akan selalu mendaftar pasien setiap harinya, bertanya sakit apa dan memberi pandangan mereka untuk menuju poli apa.

Sayang, bukan hal mudah menjadi seorang perekam medis yang sama sekali tidak pernah dikenal pasien dan kerap menjadi bahan sindiran petinggi "manajemen institusi" karna sering menganggap remeh profesi kami. Tapi kami merupakan ujung tombak manajemen institusi, kami jugalah yang akan pertama kali tau apakah intitusi itu berkembang ataukah akan bankrut. Karna selain bergelut dengan berkas, istrimu ini juga yang akan menentukan tentang biaya kesakitan pasien melalui kode-kode diangnosa.

Calon suamiku, menjadi seorang perekam medis juga bukan selalu menjadi hal yang menyenangkan. Ada beribu-ribu berkas yang akan diolah menjadi data-data laporan. Akan ada berjuta-juta diagnosa penyakit yang harus dikode oleh istrimu ini. Terlebih lagi apabila kelak aku akan bekerja di rumah sakit besar. Dan mungkin disitu aku akan akan jenuh dan, sayang semoga kau akan selalu ada untuk menjadi sandaranku.

Sayang, profesiku ini bukanlah profesi dengan gaji yang tinggi. Jangan heran dan kaget jika aku menyebutkan rata-rata nominalnya. Dengan beban kerja yang tinggi mungkin kau tidak akan percaya jika dibandingkan dengan apa yang aku dapat. Tapi aku akan selalu bersyukur dan akan selalu mencintaiku profesiku, karna kau yang akan selalu mengingatkanku untuk bersyukur dan mencintai apa yang aku kerjakan, bukan?

Sayang, walaupun nanti aku akan banyak berada di rumah sakit. Tapi percayalah aku akan selalu ada untukmu. Aku akan selalu bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan untuk keluarga, kopi untukmu dan susu untuk anak-anak kelak. Aku juga akan selalu siap untuk menjadi sahabatmu, teman curhat tentang apapun masalah yang sedang kau hadapi. Aku juga akan selalu mencoba menghiburmu ketika kau merasa jenuh, walaupun aku bukanlah orang yang bisa menghibur dengan baik seperti dirimu. Aku juga akan selalu mencium tanganmu sebelum kau berangkat kerja dan mendoakanmu agar selalu kembali pulang dengan selamat.

Tapi jangan khawatir, jika nanti aku benar menjadi istrimu. Aku rela untuk menjadi perekam medis dalam keluarga kita saja. Menganalisis riwayat penyakit keluarga sambil mengawasi tumbuh kembang anak-anak, mengingatkan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat. Kau tau kan sayang, kesehatan itu sungguh mahal harganya?

Tapi sayang, satu hal yang aku minta. Aku tidak mau kau tuntut untuk menjadi perempuan kebanyakan, yang dituntut suaminya untuk selalu mengurus dan mendidik anak, seolah-olah itu hanya menjadi kewajibanku semata. Kita bisa melakukannya bersama. Alur berfikirmu, sifatmu dan pola kehidupanmu akan berdampak sangat besar untuk anak-anak. Kita yang akan menuntun anak-anak untuk menjadi karakter mereka sendiri, yang baik tentunya.

Sayang, jika aku yang menjadi istrimu kelak. Kau boleh saja meminta tolong aku untuk membuatkan ini itu. Karna itu hakmu dan kewajibanku. Sebuah ketaatan bagiku untuk memenuhi segala permintaanmu. Tapi sayang, aku mohon sabarlah menghadapiku ketika aku dihadapi dengan kejenuhan akan pekerjaan apapun itu. Hiburlah aku, berikan pelukan ketenangan agar hatiku menjadi damai. Kesemuanya itu akan aku balas dengan kasih sayang yang lebih, percayalah.

Aku harus menjadi orang pertama yang tau segala hal tentangmu dan anak-anak. Dan tenanglah, aku tidak akan meminta hal tentang kemapanan hidup atau apapun yang terkait tentangnya. Mari kita berproses bersama, menciptakan kehidupan sederhana yang bahagia.



Wenny Irmawati Nurjanah
Rekam Medis  - Universitas Gadjah Mada




Kamis, 31 Oktober 2013

sometimes, someone says something so small
and it just fits right into this empty plasce in your heart.


Kalo aku sudah menyukai seorang wanita, maka aku akan menjaganya dan menghargainya sebagaimana aku menghargai dan menghormati ibuku.

- dikutip dari curhatan tengah malam seorang calon dokter
-- Andi Ashadi F.P

Subhanallah beruntung banget ya mas, siapapun wanita yang jadi pendamping hidupmu nanti :')
jadi pertanyaan saya, apakah semua laki-laki beranggapan hal yang sama seperti diatas?
jika iya, sungguh betapa bangganya dan bersyukurnya saya menjadi seorang wanita.



Kamis, 24 Oktober 2013


dan entah kenapa akhir-akhir ini ketika waktuku sedang luang, tiba-tiba terlintas pikiran akan masa depan.
umurku sudah menginjak kepala dua awal, 20 tahun 4 bulan 22 hari lebih tepatnya.
bulan Agustus kemarin, aku pulang ke rumah. Pontianak. Seperti biasanya aku selalu meringkas cerita kehidupan 6 bulanku di kota perantauan pada ibuk, berbincang ringan, hangat dan terkadang diselingi sedikit candaan. Poin seperti ini yang selalu aku rindukan.
Perbincangan kali itu sedikit agak berbeda bahasannya, karna ibuk menyinggung-nyinggung soal jodoh, rumah tangga dan masa depan serta selipan cerita kisahnya bertemu bapak dahulu.
Hal yang tabu sebenarnya bagiku, karna sampai saat itu aku tidak pernah sama sekali memikirkan tentang hal itu, bahkan awang-awang pun tidak.
Mungkin sudah saatnya memikirkan, karna usia 20 bukan merupakan usia yang main-main lagi, kata ibuk, sudah harus mempersiapkan diri, target-target masa depan juga sudah harus sejak awal ditentukan.
Aneh rasanya membicarakan hal seperti ini, sedikit malu tapi yah memang harus segera dibicarakan, bukan?
paling tidak untuk pembekalan, buat awang awang masa depan saja.

Jadi inget pesen ibuk
 "Mbak, temenan sama siapa aja boleh, jangan sama yang baik baik aja, sama penjahat, sama perampok sama semuanya boleh temenan, asal bisa menempatkan diri, asal bisa jaga diri, gak ikut kondisi, masih bisa berpikir positif. Temenan itu emang pilih-pilih, pilih yang bisa diajak kerjasama, pilih yang bisa diajak ngobrol, pilih yang banyak kisah hidupnya, pilih semuanya, tapi pandai kamu mengambil yang baik-baik bagi  mbak wen sendiri"

"Mbak, nanti pokoknya batas maksimal umur 25 ya. Tapi nanti kalo ada yang datang ngelamar tiba-tiba ya bisa jadi langsung ibuk terima. Tapi tetep dilihat dulu kualifikasinya sesuai ketentuan. heheheheh"

dan kali ini Bapak ikut nimbrung

"Mbak, yang jelas kualifikasi pertama dan terutama, dijalankan shalat 5 waktunya tiap hari, bukan 4 atau 3 waktu apalagi gak sama sekali. Alhamdulillah kalo lebih. Sholat itu kebutuhan mbak, mbak udah menjadikan sholat sebagai kebutuhan? Kebutuhan untuk tenang, kebutuhan untuk berpikir jernih, kebutuhan untuk menghadapi masalah. Yang namanya pemimpin itu harus punya sifat tenang dan sabar kan? emang mau dipimpin sama orang yang emosian?"

Sedikit editan memang kata-katanya, karna aslinya diutarakan menggunakan bahasa daerah, bahasa melayu. Jarang sekali bapak berkata seperti itu, mungkin karna topik menyangkut masa depan anak gadisnya jadi ada hal-hal yang harus ditegaskan.

Berbicara masalah "calon" itu. Aku tetap percaya bahwa Allah telah menciptakan manusia berpasang pasangan. Tugas kita mungkin berusaha untuk selalu memperbaiki diri lebih dan lebih lagi, karna sekali lagi wanita yang baik, untuk laki-laki yang baik.Akan tetapi, baik dalam konteks disini bisa beragam pandangannya. Baik bukan hanya pada keadaan sekarang, baik mungkin bisa dalam proses atau di masa depan. Yang jelas kalo masalah jodoh, kita manusia, hanya bisa angkat tangan bukan? sudah ada yang mengatur. seperti waktu kematian. Tapi yang membedakan disini, dalam jodoh, kita bisa berusaha, berusaha memantaskan diri, memperbaiki akhlak diri sendiri.

Setelah pembicaraan itu, mulailah awang awang masa depanku tergambar. Keinginanku untuk masa mendatang. Saat ini aku berstatus mahasiswa akhir program diploma, sudah barang tentu harus merencanakan apa yang akan aku lakukan setelah aku lulus nanti. Tahun depan insya Allah (mohon doanya juga)
Setelah aku mendapat gelar Amd itu maka aku akan melamar pekerjaan di Kota ini, masih di Kota perantauanku tercinta sembari melanjutkan pendidikan S-1 di kota sebelah (jika mendapat persetujuan Bapak Ibuk). Setelah aku menyelesaikan studi lanjutan, maka aku akan kembali ke kota kelahiranku. Melanjutkan hidup disana, atau mungkin jika aku sudah dilamar orang (dan disetujui tentunya) aku akan mengikuti kekotanya (hahahahah) dan kemudian melamar pekerjaan disana.


Menikah pada umur 24 tahun, dipimpin oleh seorang pemimpin rumah tangga yang baik.
Merencanakan memiliki 3 orang anak yang sehat dan lucu-lucu :') cowok-cewek-cowok, karna  seorang wanita menurutku, harus memiliki penjaga. Maka si anak sulung harus menjadi penjaga bagi adiknya yang wanita.
Memiliki rumah sederhana yang punya halaman luas dan ditanami berbagai macam pohon buah-buahan, dan bunga di sekitaran teras depan. Setiap maghrib dan subuh sholat berjamaah dirumah, dilanjutkan dengan tadarus bersama. Aku akan mencintai dan menyayangi anak-anakku sepenuh hati pastinya, jadi aku pikir aku akan vakum bekerja sampai di usia anak-anak bisa mandiri, setidaknya hingga mereka mencapai usia diatas balita. karna aku akan menjadi seorang ibuk, ibuk haruslah menjadi oang yang paling dekat dengan anak-anaknya, menjadi fasilitator, sahabat, teman, dan seorang orang tua.
Setelah anak-anak menginjak usia cukup, aku akan meneruskan pendidikan (walaupun hingga saat ini niat itu belum begitu kuat) Mengapa?
Pendidikan itu penting, untuk mengimbangi pendidikan yang akan aku terapkan pada anak-anakku nantinya. Aku akan menjadi wanita yang paling sabar dan kuat di keluarga kecilku nanti. Yang siap kapanpun mereka butuhkan, siap untuk memberikan mereka fondasi semangat. Mempersiapkan diri untuk menjadi tempat ternyaman untuk kembali  dan perisai pelindung utama bagi anak-anak dan suamiku kelak.


Aku juga ingin menjadi istri yang berbakti kepada suaminya kelak. Menyatu dengan kehidupannya. Menjadi orang pertama yang tahu permasalahan yang sedang dihadapinya, menjadi satu satunya tempat bersandar baginya. Menjadi orang yang akan selalu mendoakan kelancaran hidupnya. Menjadi tempat penyimpan energi baginya. Menjadi payung teduh bagi hatinya. Menjadi satu satunya alasan ketika rindu sampai padanya, aku merupakan alasan ia untuk pulang kerumah cepat.

Aku adalah wanita biasa dengan kehidupan yang biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa di kehidupanku yang sekarang, juga latar belakang keluargaku. Semuanya biasa-biasa saja.
Aku juga mengharapkan kehidupan masa depan yang tidak muluk-muluk. Karena kesederhanaan bagiku sudah merupakan hal yang istimewa. Hiduplah dengan menjadikan masa depan yang baik sebagai tolak ukur target hidupmu, karna percayalah masa depan selalu memberikan kemungkinan yang lebih baik daripada masa lalu.


Mengutip kata-kata Darwis Tere Liye bahwa "Jangan pernah memaksakan hal-hal yang tidak bisa dipaksakan. Roda belakang motor tidak akan pernah berhasil mengejar roda depan, semau apapun dia. Dan ingat selalu, kita tetap bisa bahagia tanpa harus menjadi roda depan, tanpa harus mengeluh."

Jika semua perencanaan yang telah kita rencakan, pada nantinya tidak sesuai dengan realita padahal kita sudah berusaha sebaik mungkin mewujudkannya. Itu namanya takdir, ketetapan yang sudah tidak dapat dirubah dan dipaksakan lagi. Ingat dan percaya saja bahwa kita tetap pasti bisa bahagia tanpa harus memaksakan keadaan yang kita rencanakan, takdir Allah sebenarnya jauh lebih membahagiakan jika kamu dapat merasakannya.

Jumat, 25 Oktober 2013



Minggu, 13 Oktober 2013


Inget wen, amanah gak pernah salah memilih pundak :')



Dikunjungi selama beberapa hari, 4 days, well that was not enough, actually :'(
tapi, terimakasih telah meluangkan waktunya :')
Jogja beautiful isnt, it?

4 5 6 7 Oktober 2013
Kaget luar biasa dapet kabar orangnya udah dalam perjalanan dari Jakarta ke Jogja, dan 1 jam lagi sampe -____-

ketika aku sedang rapat mempersiapkan acara buat lusanya,kelimpungan -_-
but that was done very well heheheh :D

setelah selesai acara, marathon jalan-jalan pun dilakukan ._.
Mulai dari Borobudur, Ketep Pass di Magelang, Pantai Indrayanti, Cave Tubing dan Off Road di Goa Pindul, balik lagi jogja buat makan, nonton HUT nya Jogja di Malioboro yang ternyata isinya konser semua dan hemm banget :|
karena aku gak tau, kalo itu acara konser ya seneng seneng aja awalnya, ternyata itu konser Shaggy Dog dan band band sejenis lainnya
Gak tau satupun lagu dari mereka, nonton berasa kayak nonton berita kriminal, diem dan mendengarkan.
besides that, i felt insecure. Everyone know that Shaggy Dog concert always full of people in "black and punk" style. Yah, that was always makes me feel insecure.
but thanks to someone who always trying to make me feel safe *pret* hahahahah
setelah nonton konser kemudian duduk-duduk geje di Nol Kilometer dan memikirkan mau kemana
akhirnya tercetuslah ide ngecamp di Gunung Api Purba Ngelanggeran :')
pertama kalinya naik gunung (yang untungnya gak tinggi-tinggi amat) pake rok -_-
Tujuannya mau liat sunrise, tapi sampe jam 7 pagi Matahari masih ditutup kelambu kabut afufufufufu -,-
jam setengah 9 pagi memutuskan untuk turun, Ke Jogja dan balikin mobil.
See you next meeting, beb :D


         
tiket masuk :D

gradasi warna langitnyaaaaaaaaaa >___<
the heritage of Borobudur Temple
semacam berasa keluarga --a
Sunset at Ketep Pass, sayang banget ketutup mendung :|




Ketep Pass



here we go again, Cave Tubing Gua Pindul :D





kalo mau ngilangin stress, naik mobil offroad ini boleh banget dicoba



Shaggy Dog concert


Nol Kilometer, Jogjakarta
at 01.15 AM

Puncak Gunung Api Purba, yang sunrise nya ketutup kabut -__-

 



thankyou for the time, thankyou for those moments :')





this is me !

Foto saya
an unexpected girl. already 23th. a happy wife, unpredict,lovely,care. Already found her travelmate. blog is one of my way to scream out my mind just about everything inside this brain, part of my life, my 2nd diary :')

#NowPlaying

Rekam Jejak

#tags

LIFE (56) quotes (36) about _______ (31) moments :) (27) wisataaaa (13) random (12) poetry (9)

Followers

Instagram